Enigma Chiper

Chiper adalah melakukan perubahan kode sehingga tidak dapat langsung terbaca. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi informasi atau data yang bersifat pribadi atau rahasia. Ada beberapa macam jenis chiper, diantaranya adalah enigma. Teknik ini digunakan pada jaman dahulu dengan menggunakan mesin enigma. Cara kerja mesin ini adalah dengan memutar rotor yang berfungsi untuk mengenkripsi huruf. Rotor tersebut akan berputar jika dimasukkan papan kunci. Cara kerja mesin ini dikembangkan dari ide seorang insiyur Amerika, Edward Hugh Hebern.

Kriptanalisis mesin enigma ini pertama kali dilakukan oleh pemerintah Polandia, akan tetapi kriptanalisi ini hanya dapat memecahkan versi awal dari mesin enigma yang digunakan oleh tentara Jerman. Pada akhirnya kemampuan mesin ini terus ditingkatkan dan kriptanalisi yang dilakukan tidak berhasil memecahkan kode tersebut. Meskipun tentara Jerman terus meningkatkan mesin enigma tersebut dengan menambahkan jumlah rotor menjadi 4, Bletchley Park tetap dapat memecahkan kode tersebut walaupun membutuhkan waktu yang relatif lama.

Dalam kasus di atas, enigma menunjukkan pentingnya kriptografi dalam dunia mata – mata bagi kalangan militer maupun sipil.

ASAL USUL ENIGMA

Pada tahun 1917 Edward Hugh Hebern mengembangkan sebuah mesin kriptografi dengan menggunakan piringan putar dengan setiap piringan menampilkan chiper substitusi. Ide tersebut banyak dikembangan oleh negara lainnya. Pada tahun 1918, Arthur Scherbius mempatenkan sebuah mesin chiper yang menggunakan rotor. Pada tahun 1925, Scherbius juga membeli hak paten mesin yang sama dari Dutchman Koch untuk mengamankan patennya sendiri. Kesepakatan akhirnya didapatkan pada tahun 1927.

Mesin Enigma pertama diperdagangkan pada tahun 1923 dengan nama Enigma A. Mesin tersebut masih berukuran besar dan memiliki bobot yang cukup berat. Mesin ini juga dilengkapi dengan papan ketik yang juga memiliki bobot yang cukup berat, sekitar 50kg. Enigma B diluncurkan tidak lama setelah Enigma A beredar dengan spesifikasi yang sama. Enigma C dikembangkan dengan mendapatkan ide dari kerabat Scherbius, Willy Korn. Pengambangan dilakukan pada bagian pemamtul sehingga mesin tersebut dapat berukuran lebih kecil dan ringan. Tahun 1927 dikeluarkan Enigma D dengan mengganti papan ketik dengan panel lampu sehingga lebih praktis. Enigma D ini juga diperdagangkan dengan berbagai versi dan diperjualbelikan di Eropa untuk keperluan militer dan diplomatik.

Beberapa mata – mata masih dapat memecahkan kode enigma tersebut. Pemecah kode dari Inggris berhasil memecahkan kode enigma Spayol yang dioperasikan tanpa papan panel. Jepang juga menggunakan enigma versi T yang dikenal juga dengan nama enigma Tirpiz yang merupakan adaptasi dari enigma versi K. Jepang juga mengembangkan enigma sendiri dengan meletakkan mesin rotor secara horizontal.

Mesin Enigma Versi Militer

Tahun 1926, Jerman membeli mesin enigma untuk keperluan militer. Pada tahun 1928, Wehrmacht, Jerman Abwehr dan Luftwaffe membeli enigma versi mereka sendiri, enigma G yang dikenal dengan enigma Zahlwerk. Model ini memiliki kotak gigi yang berfungsi untuk memajukan rotor dan reflektor berputar. Mesin ini tidak dilengkapi papan steker, akan tetapi Wehrmacht memperbaharui mesin denga menambahkan papan steker dan mekanisme pemajuan rotor yang berbeda. Mesin ini kemudian diberi nama enigma I yang lebih dikenal dengan nama enigma wehrmacht. Pada awalnya mesin ini hanya memiliki 3 rotor, tahun 1939, mereka melengkapi mesin tersebut dengan 5 rotor.

Tahun 1934, angkatan laut Jerman mengadaptasi model ini dengan memperbanyak komponen rotor menjadi 8 buah. Tahun 1941, Abwehr menyatakan bahwa mwsin ini tidak dapat dipecahkan. Pada permulaan tahun 1942, model 4 rotor yang terkenal, M4, diperkenalkan di Kriegsmarine.

Pemecah Kode

Marian Rejewski, Henryk Zygalski dan Jerzy Rozicki berhasil memecahkan kode enigma dan mengembangkan mesin elektronis yang dinamakan Bombe untuk mempercepat proses pemechan kode. Ada 2 cela keamanan pada prosedur enigma Jerman, yaitu pengaturan awal yang sama dan penyandian 2 kali kunci pesan. 2 ketentuan tersebut merupakan cela yang dapat digunakan untuk melakukan kriptalisis. Tahun 1939, biro tersebut tidak dapat memecahkan kode enigma lagi dikarenakan terus ditingkatkannya perancangan mesin dan prosedur – prosedurnya.

Bletchley Park

Pemerintah dan sekolah penyadian di Bletchley Park awalnya memecahkan kode secara manual. Agustus 1940, Alan Turing dan Gordon Welchman merancang mesin Bombe yang merupakan alat mekanik elektronis dan dapat bekerja pada semua prinsip enigma yang ada. Pada awal tahun 1942, mesin 4 rotor yang dikenal dengan “SHARK” diperkenalkan di Kriegsmarine dan mempersulit Bletchley Park untuk memecahkan kodenya. Beberapa bulan kemudian, Bletchley Park berhasil mengembangkan mesin Bombe untuk memecahkan kode mesin enigma 4 rotor.

KOMPONEN MESIN ENIGMA

Mesin Enigma terdiri dari 5 komponen utama, yaitu :

# Rotor –> bagian terpenting dari enigma. Berdiameter sekitar 10cm berupa piringan yang terbuat dari karet yang keras  dengan deretan kuningan yang berisi pin – pin yang menonjol yang berbentuk bundar. Sebuah rotor menunjukkan sebuah enkripsi yang sederhana, 1 huruf di enkripsi menjadi huruf lainnya. Hasil enkripsi akan menjadi lebih rumit jika menggunakan lebih dari 1 rotor.

# Penggerak Rotor –> untuk menghindari chiper yang sederhana, beberapa rotor harus diputar berdasarkan penekanan sebuah kunci. Hal ini dilakukan untuk memastikan kriptogram yang dibuat merupakan sebuah transformasi perputaran rotor yang menghasilkan poloponik chiper. Alat yang paling banyak digunakan untuk penggerakan rotor tersebut adalah mekanisme roda bergigi dan penggeraknya. Penggerak roda memutar rotor sebanyak 1 karakter ketika sebuah huruf diketikkan pada papan kunci.

# Reflector –> digunakan untuk memstikan sebuah huruf tidak dikodekan pada dirinya sendiri dan untuk menjadikan mesin ini reversible (jika sebuah huruf dienkripsi, hasil enkripsi huruf tersebut adalah huruf semula). Reflector hanya terdiri dari 13 pasang huruf yang susunannya acak.

# Papan Steker –>digunakan untuk menukar 2 buah huruf dan untuk meningkatkan keamanan dari pesan rahasia mesin enigma. Sebelum masuk ke proses penyandian, huruf yang telah ditentukan pertukarannya akan di ubah dipapan ini.

# Kotak Enigma –> digunakan untuk menyimpan semua perlengkapan dari mesin ini. Biasanya kotak ini dapat menampung 10 buah rotor, papan steker, dan papan ketik.

CARA KERJA MESIN ENIGMA

Mesin enigma bekerja berdasarkan perputaran rotor – rotor yang ada. Ketika sebuah huruf diketikkan di papan panel, urutan kerjanya :

1. Majukan rotor kanan sebanyak 1 huruf. Huruf yang diketikkan masuk ke rotor paling kanan dan pada rotor ini dicari padanan pada rotor kedua. Setelah itu masuk ke rotor kedua.

2. Pada rotor kedua, huruf hasil padanan dari rotor pertama dicari padanannya untuk rotor ketiga.

3. Pada rotor ketiga, dicari padanan untuk reflector.

4. Setelah masuk ke reflector, dicari pasangan huruf tersebut pada reflector, dan hasil pada reflector dikembalikan kepada rotor ketiga, kedua, kesatu, dan hasilnya menghasilkan huruf enkripsi.

=============================================================================

resource : www.informatika.org

2 comments

  1. Guest House Semarang Tembalang · October 21, 2014

    gan, ada referensi buat algoritma enigma ini untuk pemrogramannya nggak gan?

    • lia1488 · January 24, 2015

      wah, maap, engga ada gan, ini artikel buat tugas kuliah jaman dahulu, aku ga mempelajari lebih dalam lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s