Tugaaazzzzz……@___@”

Hmm….kayanya semester ini kalo ngerjain tugas makin parah ajah ne…hahahhaha…Entah kenapa, kalo ngerjain tugaz selalu ajah mepet waktunya…padahal kan ga baguz kalo kaya gitu…T___T selaen bikin tambah strez, jadi begadang mulu…uda sekitar 3 – 4 kali mengerjakan tugas beberapa jam sebelum waktunya dikumpulkan…hahahha…padahal tugasnya juga cukup bikin repot. Tapi ga bisa dipungkiri juga, kalo ngerjainnya mepet waktu, otak jadi lebih encer… :p tapi juga hasilnya jadi ga maksimal…hehehehe… 🙂

Nah…maka dari itu…saya menyarankan kepada anda – anda semua yang membaca blog saya ini, untuk memanage waktu anda lebih baik lagi, jangan seperti saya ini…sekarang ajah sampe kena maag…T____T Barusan saya mendapatkan kata – kata bagus dari salah seorang teman saya, “Success without time management is nothing. Never forget this.. ” ya bener juga se, percuma aja, malah jadi makin membebani diri tanpa adanya time management….hahhaha…

Membuat jadwal ga ada jeleknya koq, malah bagus..kegiatan jadi lebih teratur dan terencana dengan baik, asalkan membuat jadwal dengan disertai komitmen untuk menjalankan kegiatan tersebut tepat waktu. 😀

Tugaz Steganografi…

Waktu menunjukkan pukul 3 dini hari, kita masih terus berada di sebuah tempat yang tidak jelas lokasinya. Saat fajar menyingsing, kami meneruskan perjalanan ke arah hutan. Ditengah perjalanan salah satu teman kami yang berada di urutan ke 4 dari belakang rombongan diserang oleh binatang liar. Semua berusaha menolongnya, dan alhasil nyawanya selamat. Matahari menunjukkan bahwa hari sudah semakin siang. Perut kami semua kelaparan. Beberapa orang dari kami sudah tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanan karena kelaparan dan kelelahan. Diantara sembilan orang ini, ada 4 orang yang berupaya untuk cari makanan baik itu buah – buahan ataupun hewan yang bisa ditangkap dan dimakan. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan. Berjam – jam kami berjalan, akhirnya kita dapat menemukan sebuah desa. Setelah selama 8 hari kami tersesat, akhirnya kami bisa meminta bantuan ke kota untuk menjemput kami. Esok paginya, kami semua dijemput dan pulang ke rumah dengan selamat. Pengalaman ini akan menjadi pengalaman yang paling di ingat seumur hidup.

 

 

Clue : gunakan nomor/angka yang ada untuk mendapatkan kata – kata yang dicari.. :Dv

Misal: angka 2 dari manapun <– kata yang dimaksud kata ke-2 setelah kemunculan angka

Enigma Chiper

Chiper adalah melakukan perubahan kode sehingga tidak dapat langsung terbaca. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi informasi atau data yang bersifat pribadi atau rahasia. Ada beberapa macam jenis chiper, diantaranya adalah enigma. Teknik ini digunakan pada jaman dahulu dengan menggunakan mesin enigma. Cara kerja mesin ini adalah dengan memutar rotor yang berfungsi untuk mengenkripsi huruf. Rotor tersebut akan berputar jika dimasukkan papan kunci. Cara kerja mesin ini dikembangkan dari ide seorang insiyur Amerika, Edward Hugh Hebern.

Kriptanalisis mesin enigma ini pertama kali dilakukan oleh pemerintah Polandia, akan tetapi kriptanalisi ini hanya dapat memecahkan versi awal dari mesin enigma yang digunakan oleh tentara Jerman. Pada akhirnya kemampuan mesin ini terus ditingkatkan dan kriptanalisi yang dilakukan tidak berhasil memecahkan kode tersebut. Meskipun tentara Jerman terus meningkatkan mesin enigma tersebut dengan menambahkan jumlah rotor menjadi 4, Bletchley Park tetap dapat memecahkan kode tersebut walaupun membutuhkan waktu yang relatif lama.

Dalam kasus di atas, enigma menunjukkan pentingnya kriptografi dalam dunia mata – mata bagi kalangan militer maupun sipil.

ASAL USUL ENIGMA

Pada tahun 1917 Edward Hugh Hebern mengembangkan sebuah mesin kriptografi dengan menggunakan piringan putar dengan setiap piringan menampilkan chiper substitusi. Ide tersebut banyak dikembangan oleh negara lainnya. Pada tahun 1918, Arthur Scherbius mempatenkan sebuah mesin chiper yang menggunakan rotor. Pada tahun 1925, Scherbius juga membeli hak paten mesin yang sama dari Dutchman Koch untuk mengamankan patennya sendiri. Kesepakatan akhirnya didapatkan pada tahun 1927.

Mesin Enigma pertama diperdagangkan pada tahun 1923 dengan nama Enigma A. Mesin tersebut masih berukuran besar dan memiliki bobot yang cukup berat. Mesin ini juga dilengkapi dengan papan ketik yang juga memiliki bobot yang cukup berat, sekitar 50kg. Enigma B diluncurkan tidak lama setelah Enigma A beredar dengan spesifikasi yang sama. Enigma C dikembangkan dengan mendapatkan ide dari kerabat Scherbius, Willy Korn. Pengambangan dilakukan pada bagian pemamtul sehingga mesin tersebut dapat berukuran lebih kecil dan ringan. Tahun 1927 dikeluarkan Enigma D dengan mengganti papan ketik dengan panel lampu sehingga lebih praktis. Enigma D ini juga diperdagangkan dengan berbagai versi dan diperjualbelikan di Eropa untuk keperluan militer dan diplomatik.

Beberapa mata – mata masih dapat memecahkan kode enigma tersebut. Pemecah kode dari Inggris berhasil memecahkan kode enigma Spayol yang dioperasikan tanpa papan panel. Jepang juga menggunakan enigma versi T yang dikenal juga dengan nama enigma Tirpiz yang merupakan adaptasi dari enigma versi K. Jepang juga mengembangkan enigma sendiri dengan meletakkan mesin rotor secara horizontal.

Mesin Enigma Versi Militer

Tahun 1926, Jerman membeli mesin enigma untuk keperluan militer. Pada tahun 1928, Wehrmacht, Jerman Abwehr dan Luftwaffe membeli enigma versi mereka sendiri, enigma G yang dikenal dengan enigma Zahlwerk. Model ini memiliki kotak gigi yang berfungsi untuk memajukan rotor dan reflektor berputar. Mesin ini tidak dilengkapi papan steker, akan tetapi Wehrmacht memperbaharui mesin denga menambahkan papan steker dan mekanisme pemajuan rotor yang berbeda. Mesin ini kemudian diberi nama enigma I yang lebih dikenal dengan nama enigma wehrmacht. Pada awalnya mesin ini hanya memiliki 3 rotor, tahun 1939, mereka melengkapi mesin tersebut dengan 5 rotor.

Tahun 1934, angkatan laut Jerman mengadaptasi model ini dengan memperbanyak komponen rotor menjadi 8 buah. Tahun 1941, Abwehr menyatakan bahwa mwsin ini tidak dapat dipecahkan. Pada permulaan tahun 1942, model 4 rotor yang terkenal, M4, diperkenalkan di Kriegsmarine.

Pemecah Kode

Marian Rejewski, Henryk Zygalski dan Jerzy Rozicki berhasil memecahkan kode enigma dan mengembangkan mesin elektronis yang dinamakan Bombe untuk mempercepat proses pemechan kode. Ada 2 cela keamanan pada prosedur enigma Jerman, yaitu pengaturan awal yang sama dan penyandian 2 kali kunci pesan. 2 ketentuan tersebut merupakan cela yang dapat digunakan untuk melakukan kriptalisis. Tahun 1939, biro tersebut tidak dapat memecahkan kode enigma lagi dikarenakan terus ditingkatkannya perancangan mesin dan prosedur – prosedurnya.

Bletchley Park

Pemerintah dan sekolah penyadian di Bletchley Park awalnya memecahkan kode secara manual. Agustus 1940, Alan Turing dan Gordon Welchman merancang mesin Bombe yang merupakan alat mekanik elektronis dan dapat bekerja pada semua prinsip enigma yang ada. Pada awal tahun 1942, mesin 4 rotor yang dikenal dengan “SHARK” diperkenalkan di Kriegsmarine dan mempersulit Bletchley Park untuk memecahkan kodenya. Beberapa bulan kemudian, Bletchley Park berhasil mengembangkan mesin Bombe untuk memecahkan kode mesin enigma 4 rotor.

KOMPONEN MESIN ENIGMA

Mesin Enigma terdiri dari 5 komponen utama, yaitu :

# Rotor –> bagian terpenting dari enigma. Berdiameter sekitar 10cm berupa piringan yang terbuat dari karet yang keras  dengan deretan kuningan yang berisi pin – pin yang menonjol yang berbentuk bundar. Sebuah rotor menunjukkan sebuah enkripsi yang sederhana, 1 huruf di enkripsi menjadi huruf lainnya. Hasil enkripsi akan menjadi lebih rumit jika menggunakan lebih dari 1 rotor.

# Penggerak Rotor –> untuk menghindari chiper yang sederhana, beberapa rotor harus diputar berdasarkan penekanan sebuah kunci. Hal ini dilakukan untuk memastikan kriptogram yang dibuat merupakan sebuah transformasi perputaran rotor yang menghasilkan poloponik chiper. Alat yang paling banyak digunakan untuk penggerakan rotor tersebut adalah mekanisme roda bergigi dan penggeraknya. Penggerak roda memutar rotor sebanyak 1 karakter ketika sebuah huruf diketikkan pada papan kunci.

# Reflector –> digunakan untuk memstikan sebuah huruf tidak dikodekan pada dirinya sendiri dan untuk menjadikan mesin ini reversible (jika sebuah huruf dienkripsi, hasil enkripsi huruf tersebut adalah huruf semula). Reflector hanya terdiri dari 13 pasang huruf yang susunannya acak.

# Papan Steker –>digunakan untuk menukar 2 buah huruf dan untuk meningkatkan keamanan dari pesan rahasia mesin enigma. Sebelum masuk ke proses penyandian, huruf yang telah ditentukan pertukarannya akan di ubah dipapan ini.

# Kotak Enigma –> digunakan untuk menyimpan semua perlengkapan dari mesin ini. Biasanya kotak ini dapat menampung 10 buah rotor, papan steker, dan papan ketik.

CARA KERJA MESIN ENIGMA

Mesin enigma bekerja berdasarkan perputaran rotor – rotor yang ada. Ketika sebuah huruf diketikkan di papan panel, urutan kerjanya :

1. Majukan rotor kanan sebanyak 1 huruf. Huruf yang diketikkan masuk ke rotor paling kanan dan pada rotor ini dicari padanan pada rotor kedua. Setelah itu masuk ke rotor kedua.

2. Pada rotor kedua, huruf hasil padanan dari rotor pertama dicari padanannya untuk rotor ketiga.

3. Pada rotor ketiga, dicari padanan untuk reflector.

4. Setelah masuk ke reflector, dicari pasangan huruf tersebut pada reflector, dan hasil pada reflector dikembalikan kepada rotor ketiga, kedua, kesatu, dan hasilnya menghasilkan huruf enkripsi.

=============================================================================

resource : www.informatika.org

Tiba – Tiba Jadi Panitia Open Houze IT

Ihh…..aneh….kemaren ne hari kamiz paz lagi jaga staff lab, eh..salah…ngapain staff lab dijagain…(hahahaha….), yah pokoqnya mah itulah…s anoez tiba – tiba ngomong, “Mul…u jadi panitia open house, bareng g, fany, n andy…, besok ada rapat..” Langsung dah g bengong..”hehhh???asa g kaga pernah mengajukan diri buat jadi panitia tuh…”
Pemilihan panitia open house yang aneh….masa kaga ada konfirmasi sama sekali, tiba – tiba uda disuru rapat….swt…
Uda tanya sana, tanya sini sapa yang milihin, ehh….malah pa tuduh – tuduh jadinya…hahahha…aya – aya wae.. 😀
Yah…berhubung semester ini uda jadi staff lab, asdoz jarkom juga, pluz banyak tugaz yang ga kira – kira tugaznya ditambah masalah – masalah di luar perkuliahan…bushet dah…g cape banget…tadinya uda mikir, open house, kuliah diliburin selama 3 hari…langsung dah bikin project plan “3 hari istirahat nyante di hum”…alhasil malah batal gara – gara dipilih jadi panitia….
Sebenernya kaga ada ruginya se jadi panitia beginian, di bagian programming, cuma bantu – bantu menjaga kelangsungan lomba programming di kampuzku tercinta…(halah)…tambah pengalaman lagi deh… 🙂
Tapi yang jadi masalah, kuat kaga yah??Jujur ajah se, ngejalanin kuliah semester 4 yang sebenernya mah matakuliahnya biasa ajah, tapi entah kenapa smua matakuliah jadi ngasih tugas yang aneh – aneh…jadi nambah cape gara – gara tugas ga kira – kira…pluz tambah suzah tingkatannya….hhahahah…ditambah ngasdosin, tambah staf, belum lagi klo ada kerusakan atau keluhan di lab yang jadi tanggung jawab…hhhh…..capeeeee…..Tadi juga mente ampun – ampunan dah…kaga ngarti tu Lab Networking napa bisa banyak rusaknya gitu…>____<” Beda banget ma semester lalu, lebih cape yang sekarang…tapi ya sudalah, namanya juga tanggung jawab, ya udah dikerjain sebaik – baiknya.
Jadi panitia juga disukurin ajah, anggep ajah itu tandanya dipercaya sama dosen – dosen yang laen…padahal aneh juga se, abiz bisa dibilang g tu paling seenaknya di depan dosen, truz suka bikin ribut juga, pokoqnya klo di depan dosen banyakan minuz en aibnya ketimbang yang baguznya…hahahhaa… 😀